Dalam kehidupan keluarga, ada banyak cara untuk menyampaikan perasaan: melalui kata-kata, bahasa tubuh, isyarat, bahkan lewat keheningan. Meski berbeda bentuk, pada akhirnya semua bertujuan sama, yaitu saling memahami.
Hari Bahasa Isyarat Internasional mengingatkan bahwa komunikasi bukan hanya soal suara, tetapi juga tentang membuka hati, memberi ruang, dan menghargai setiap cara seseorang mengekspresikan diri. Keberagaman bahasa adalah jembatan yang memperkaya hubungan, sekaligus menumbuhkan kedekatan di antara kita.
Rasa syukur patut dipanjatkan atas setiap perjalanan yang telah dilalui bersama Keluarga MAKA — baik di saat penuh suka maupun ketika menghadapi tantangan. Semua proses itu membentuk kekuatan, kepedulian, dan kesiapan untuk terus melangkah ke depan. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya untuk kerja keras, semangat, dan dedikasi seluruh keluarga MAKA yang membawa kita hingga ke titik ini.
Semoga semangat untuk saling menghargai setiap bahasa dan cara berkomunikasi senantiasa terjaga, sehingga kebersamaan dalam Keluarga MAKA selalu hangat, inklusif, dan penuh kasih.
"Komunikasi sejati lahir dari hati yang terbuka, bukan sekadar suara."
KONTRIBUTOR MAKA BERPESAN EDISI 21/2025
Artikel: Diana, Adisti, Vella, Dessita, Dinni, Dwi, Firda
Foto dan Informasi Tambahan: Adela, Balkis
Pada Jumat, 26 September 2025, TUKU mengadakan acara Kumpul Tetangga Tuku di TUKU Kemang sebagai perayaan Hari Tuli Sedunia. Acara ini menghadirkan pengalaman kebersamaan melalui makan malam, edukasi bahasa isyarat, trivia games, serta sesi berbagi bersama barista teman tuli dan tetangga Tuku.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari KaRT Project, yang bertujuan memperkuat inklusi dengan memperkenalkan peran barista teman tuli dalam komunitas, sekaligus memberikan sosialisasi cara penggunaan KaRT melalui Bahasa Isyarat. Acara yang dihadiri sekitar 20 peserta ini tidak hanya membangun interaksi yang hangat antara teman tuli dan teman dengar, tetapi juga memperkuat citra TUKU sebagai ruang inklusif dan ramah komunitas.
Mari merapat dan berjabat tangan, berkenalan
dengan #KeluargaMAKA
yang baru selamat bergabung teman-teman!
Management
PT Karya Tetangga Tuku
NATALIA AYU WIDYANINGTYAS
Head of Trainer
GLADYS CAROLINE TAMPUBOLON
Jr. Marketing Analyst
INDRA SAPTO JUNIANTO
Area Manager
PT Makna Angan Karya Andanu
FACHMI ZARKASI
Chief of Corporate Affairs
FARAHUTAMA RIPURIO
Group Project Manager
REFIANDY NOVERANDO
Jr. Enviromental Engineer
PT Berangan Ragam Rasa
AMALIA RAMADHANI
Procurement Admin
PT Ryouri Karya Futago
DAFFA ADRIANSYAH
Quality Control Staff
BAYU EFENDI
Supply Chain Manager
Operations
PT Karya Tetangga Tuku
RAAFI ASYFARAA AGUNG
TUKU Bandung
VIRLAN DWI KUSMAWAN
TUKU Bandung
AABID RIZKI NURHAMZAH
TUKU Bintaro
ALIFIA SANDRA NAMIRA
TUKU Blok M
PUTRI ARUMNINGTYAS
TUKU bp Galaxy
NABIILLAH SHAAFIYAH
TUKU bp HR Muhammad
NANA RUSDIANA
TUKU Commercial
KAYLA NANDIA YULIANA M
TUKU Cinere
HABIBY HARIS
TUKU Cibubur Point
ADIK RAMA PAMUNGKAS
TUKU Cempaka Putih
RIZAL ABDUL RAHMAN
TUKU Cempaka Putih
ZAKARIA
TUKU Bukit Duri
KEN GARDA ERLANGGA R
TUKU Commercial Surabaya
LAILA FAJRA KHAIRUNNISA
TUKU Kelapa Gading
MARCELLIZA AZALFAA PUTRI ANDINI
TUKU Pajajaran
MUHAMMAD AKMAL KHADAFI
TUKU Pasar 8
MUHAMMAD IQBAL MAULANA
TUKU Pulo Asem
AQIL AZKIA
TUKU Pulo Asem
I KADEK AGUS SURYASA
TUKU Renon
RAHMAT HIDAYATULLAH
TUKU Renon
PUTRA NAUFAL ARIEF IRSYANDA
TUKU Renon
EFTA DWI KEZYA
TUKU Renon
BILQISH AURA AISYAH KURNIAWAN
TUKU Renon
RANTI MAHARANI
TUKU Santa
I GUSTI AGUNG GEDE DEFA PRAMANA
TUKU Renon
NYOMAN KRISNA ADITYA SIDARTHA
TUKU Renon
YUSUF GALANG SANTOSO
TUKU Renon
SAMANTHA DANIELLA KUSUMATIRTA
TUKU Renon
BAGAS RADITYO
TUKU Renon
THARIQ WICAKSONO
TUKU Renon
DHANI ADITYARAHMAN
TUKU Commercial
INE SHAFIRA DESTIYANI
TUKU bp Perdatam
ALESSANDRO DAFFA
TUKU Pulo Asem
MUHAMMAD IQBAL FIRJATULLAH
TUKU Harapan Indah
TEDDY KURNIAWAN
TUKU Renon
Di MAKBER edisi Agustus kemarin, kita ngajak Keluarga MAKA buat main tebak-tebakan seru: โTebak judul lagu dari lirik yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris secara per kataโ. Lalu, lagu apakah itu?
Terima kasih sudah ikutan main bareng, ya! ๐ Jangan lupa, masih ada kesempatan lain untuk menangin hadiah lewat #MAKAnyaQuiz edisi September dengan tantangan baru yang pastinya nggak kalah seru. Siapa tahu, giliran kamu yang jadi pemenang selanjutnya! ๐
MAKAFEST 2.0 yang digelar 22 September kemarin bener-bener jadi hari penuh warna untuk Keluarga MAKA! ๐ Mulai dari konser musik keren bareng Bilal Indrajaya, Maliq & DโEssentials, dan Feel Koplo, sampai serunya main giant jenga, tenis meja, catur, dan foto-foto di photo booth. ๐ถ๐ค๐ฒ๐ธ
Tapi yang nggak kalah bikin rame tentu aja deretan tenant makanan yang siap nemenin kita ngemil dan jajan sepanjang acara. ๐๐๐ฆ Nah, #KeluargaMAKA masih ingat nggak ada berapa jumlah tenant makanan di MAKAFEST 2.0 kemarin?
2 orang dengan jawaban paling tepat dan tercepat akan dapat hadiah GoPay masing-masing senilai Rp100.000!
Halo, #KeluargaMAKA! Sapa Tanpa Nama kembali hadir di MAKBER Edisi September untuk menyapa seluruh #KeluargaMAKA!
Siapa di antara kalian yang sudah mengirim pesan bulan lalu? Apakah pesanmu muncul di MAKBER bulan ini? Atau justru kalian yang menerima pesan anonymous?
Bagi yang belum sempat berbagi salam, mengirim pesan, atau mengungkapkan kekaguman untuk rekan #KeluargaMAKA lainnya, kini waktunya! Kirim pesan kalian lewat Sapa Tanpa Nama di samping ini. Kalian bisa mengirim lebih dari satu pesan, lho! Pastikan pesan kalian tetap positif dan bebas dari unsur kebencian, pelecehan, dan SARA.
Sampai jumpa di Sapa Tanpa Nama edisi selanjutnya!
Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, tapi juga warisan semangat yang relevan sampai hari ini. Kalau dulu para pemuda bersatu demi kemerdekaan, sekarang kita bisa memaknainya untuk dunia kerja modern: bagaimana tetap solid, peduli, dan berdaya di tengah tantangan zaman.
Ada tiga semangat yang bisa kita bawa dari Sumpah Pemuda ke dunia kerja modern, termasuk di MAKA.
Pertama, semangat kebersamaan.
Sama seperti para pemuda yang dulu berikrar untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, di dunia kerja kita juga butuh rasa persatuan. Di MAKA, ini tercermin dalam pilar Serving with Care, membangun budaya kerja yang solid, saling mendukung, dan mengutamakan kualitas serta layanan terbaik.
Kedua, semangat inovasi dan keberanian mencoba hal baru.
Pemuda dulu berani melawan arus, mencari cara baru untuk memperjuangkan kemerdekaan. Di dunia kerja modern, hal ini sejalan dengan pilar Eco-Conservation dan Mindful Business Practices. Kita belajar mencari solusi kreatif untuk bisnis yang berkelanjutan, dari tracking emisi hingga memberdayakan komunitas.
Ketiga, semangat kepedulian.
Pemuda zaman dulu memperjuangkan suara seluruh bangsa, termasuk yang terpinggirkan. Di dunia kerja, semangat ini hidup lewat pilar Workforce Wellbeing dan Responsible Procurement: memastikan lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan memberi dampak positif, bukan hanya untuk karyawan tapi juga mitra dan komunitas sekitar.
Jadi, Sumpah Pemuda bukan cuma dikenang tiap 28 Oktober, tapi bisa kita teruskan lewat tindakan nyata di tempat kerja. Dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan kepedulian, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik, untuk perusahaan, masyarakat, dan bumi kita. ๐
Sumber: Kemendikbudristek. Sejarah dan Makna Sumpah Pemuda. Deloitte Global Millennial and Gen Z Survey, 2023. Pilar MAKA.
Belajar Terima Kasih dengan Bahasa Isyarat
Beberapa waktu lalu, aku punya pengalaman yang berkesan saat sedang jaga kasir. Ada seorang customer datang, dan ternyata beliau seorang teman tuli. Jujur, awalnya aku sempat bingung bagaimana cara berkomunikasi dengannya. Aku hanya bisa mengandalkan senyum dan gerakan sederhana supaya transaksi tetap berjalan lancar.
Yang membuatku benar-benar tersentuh adalah ketika setelah selesai, ia tiba-tiba mengajarkan aku bahasa isyarat untuk kata "terima kasih." Gerakannya sederhana, tapi maknanya sangat dalam. Saat itu aku merasa dihargai sekaligus belajar hal baru yang begitu berkesan.
Pengalaman singkat ini membuka mataku bahwa komunikasi tidak harus selalu lewat kata-kata. Terkadang, bahasa tubuh, senyum, atau satu gerakan tangan bisa menjadi jembatan yang kuat untuk saling memahami. Dari situ aku jadi sadar pentingnya inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari—bahwa setiap orang berhak untuk merasa dimengerti, apa pun cara mereka berkomunikasi.
Menurutku, bahasa isyarat perlu lebih banyak diperkenalkan ke masyarakat luas. Kalau saja semakin banyak orang yang bisa memahami setidaknya beberapa kata dasar, seperti salam atau "terima kasih," pasti dunia akan terasa lebih ramah dan penuh kehangatan. Bagi aku, momen sederhana di kasir itu menjadi pengingat indah: bahwa belajar hal kecil pun bisa meninggalkan kesan besar, apalagi ketika yang kita pelajari adalah bahasa yang menghubungkan hati.
Scroll ke kanan untuk lihat konten keseluruhan!
Hai #KeluargaMAKA! Terima kasih sudah ikut memeriahkan MAKBER edisi bulan ini. Kami ingin MAKBER selalu relevan dan semakin seru untuk dibaca setiap bulannya. Nah, siapa tahu ide atau topik favoritmu bisa tampil di MAKBER berikutnya!
Ada ide seru atau topik menarik yang ingin kamu lihat di MAKBER edisi berikutnya? Tulis saran dan masukanmu di bawah ini, yuk!