Cerita Masa Kecil
Masa kecil sering disebut sebagai masa paling menyenangkan dalam hidup. Saat itu, dunia terasa sederhana, dipenuhi permainan petak umpet di taman komplek, kemah-kemahan di halaman rumah bersama tetangga, dan tawa yang lepas tanpa beban. Kita bebas bermain, tertawa, dan bermimpi tanpa harus memikirkan tanggung jawab atau tekanan hidup yang kini kita hadapi.
Setiap kenangan masa kecil membawa rasa hangat ketika dikenang. Kadang kita tersenyum sendiri saat mengingat momen-momen lucu, seru, atau bahkan aneh di masa itu. Tapi tak jarang juga, masa kecil menyimpan cerita yang kurang menyenangkan. Semua itu menjadi bagian dari proses tumbuh dan belajar, proses yang membentuk kita hari ini.
Perjalanan menjadi dewasa memang tidak mudah. Namun, seperti halnya masa kecil yang penuh warna, proses kita hari ini pun akan bermakna jika dijalani dengan hati yang tulus.
Untuk Keluarga MAKA, percayalah, perjalananmu saat ini sedang membentuk versi terbaik dari dirimu di masa depan. Teruslah bermimpi, tetaplah berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan untuk orang-orang di sekitarmu.
KONTRIBUTOR MAKA BERPESAN EDISI 19/2025
Artikel: Candrika, Adisti, Vella, Dessita, Dinni, Dwi, Firda
Foto dan Informasi Tambahan: Adela, Balkis
“Mengawali bulan Juli dengan menyapa tetangga di Kokken’s Market in the Forest 3. Bertemu banyak Tetangga Tuku Kecil yang singgah, penasaran dengan warna-warni aksesori yang dibawa TOSERBAKU. Ada juga beberapa tetangga yang mengungkapkan rasa kagum baru mengenal Lini Ramah, produk-produk daur ulang sisa produksi Toko Kopi Tuku.
Lini B juga dibawa untuk memperkenalkan koleksi basic apparel ke #TetanggaTuku. Banyak tetangga yang berhenti sejenak untuk menyentuh teksturnya satu per satu karena penasaran, katanya.
Meskipun hari kedua sempat diguyur hujan, tapi tenda tetap ramai. Obrolan ringan dan senyuman hangat tetap terasa sepanjang hari. Semoga bisa lebih sering bertemu di acara-acara selanjutnya ya, tetangga!”
Saat mendengar istilah inner child, pikiran kita mungkin langsung melayang ke kenangan masa kecil, bermain di halaman rumah, tertawa tanpa beban, atau menangis saat jatuh tanpa malu. Tapi, tahukah kamu bahwa inner child juga bisa “ikut bekerja” bersama kita setiap harinya?
Inner child adalah bagian dalam diri kita yang menyimpan emosi, kenangan, serta pola pikir dari masa kecil. Kadang ia muncul dalam bentuk spontanitas dan kreativitas. Di lain waktu, ia hadir dalam bentuk sensitivitas, reaksi emosional, atau rasa takut yang berakar dari pengalaman masa lalu.
Di dunia kerja yang penuh tekanan dan tuntutan profesional, inner child bisa menjadi teman yang membantu atau justru menjadi tantangan tersendiri.
Dalam artikel Time, seorang psikolog menjelaskan bahwa mengenali dan “memeluk” inner child bisa menjadi jalan menuju penyembuhan emosional sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih sehat. Inner child dapat mendorong kreativitas, empati, dan keaslian dalam bekerja, namun juga bisa memicu reaksi emosional seperti mudah merasa ditolak saat dikritik, kesulitan mengelola konflik, atau munculnya rasa tidak percaya diri akibat luka lama.
Jika tidak disadari, respons seperti ini bisa mempengaruhi performa dan hubungan kerja. Karena itu, mengenali dan memahami dari mana reaksi tersebut berasal menjadi langkah awal yang penting.
Keluarga MAKA bisa mulai dengan mengenali inner child masing-masing—merenungkan momen masa kecil yang mungkin membentuk cara kita bereaksi saat ini. Dengan begitu, kita bisa lebih memahami pola emosi dan merespons dengan bijak, tanpa membiarkan emosi sepenuhnya mengambil alih. Selain itu, membangun budaya kerja yang manusiawi, yang menyeimbangkan profesionalisme dan kehangatan, bisa menjadi ruang aman untuk tumbuh dan sembuh bersama.
Inner child bukanlah musuh dalam dunia kerja, ia bisa menjadi pengingat bahwa kita semua adalah manusia yang sedang belajar dan bertumbuh. Ketika kita bisa berdamai dengannya, bukan tidak mungkin kita akan menjadi pribadi yang lebih utuh, tangguh, dan penuh empati. Bukan hanya sebagai karyawan, tapi juga sebagai rekan kerja dan manusia seutuhnya.
Sumber:
Lisa Rabasca Roepe.
Healing Your Inner Child
Can
Help You at Work. Time, April 10, 2023.
ASE. Bring Out Your Inner Child at
Work. ASE, June 12, 2023.
Mari merapat dan berjabat tangan, berkenalan
dengan #KeluargaMAKA
yang baru selamat bergabung teman-teman!
Management
PT Karya Tetangga Tuku
FAUZIYAH SARAFINA
Treasury Staff
ENDA ULINA SEMBIRING
Financial Planning & analysis Staff
MUHAMMAD RIANTO HERMAWAN
Reporting Staff
FANI MUAZZIZAH
Admin Recruitment
REBECCA TARISHA SIMANGUNGSONG
Finance Business Partner Staff
EBENHAEZER MICHAEL
Excellence Associate
DEA INDRIYANI
Warehouse Customer Service
PT Sajian Untaian Karya Alam
A. BAGUS WIDYOPUTRANTO
Admin Recruitment
AMIR HAFIZH ISLAMI
Learning & Development Lead
LAMYA NAURATU ZAHRA
R&D Assistant
PT Berangan Ragam Rasa
FAJAR JUNIAWAN
Sales Executive
MUHAMMAD IMAM BUKHORI
Finance & GA Officer
VERA MULYANA
Global Sales Partnership
PT Ryouri Karya Futago
FERDY
Sales & Partnership Manager
RAHMAWATI
Admin Procurement
IWAN SURYA
PPIC Staff
Operations
PT Karya Tetangga Tuku
PAULA MARIA CHRISTINA NGGOE
TUKU bp GDC
DION PUTRA APRILIANTO
TUKU bp Gubeng
KOSMAS INDRA PRAYOGA
TUKU bp Merr
MELINDA SUKMA
TUKU bp Minangkabau
KANNZA NATASYA KIARA PUTRI
TUKU bp Perdatam
FADEL RISKY ZAMZSAMI
TUKU Cempaka Putih
NADYA PUTRI SUMARNA
TUKU Cempaka Putih
MUHAMMAD FAHMI IRSYAD
TUKU Bukit Duri
LUCKY DWI PUTRA
TUKU bp Sunter
JOSEPH AGUSTINUS
TUKU bp Sunter
JUSE VANLADE
TUKU Cempaka Putih
OLVA FABIAN
TUKU Cinere
ILHAM ADITYA HERLAMBANG
TUKU Harapan Indah
DANANG ARYA PERDANA
TUKU Joglo
DWI RAHAYU
TUKU Kelapa Gading
JULIAN LUBKIS
TUKU Pancoran Mas
NAISYA MUTHIA DIANTI
TUKU Pamulang
ADITYA RAMANDIKA PUTRA PANGESTU
TUKU Majid
VITO SACHIO NUGROHO
TUKU Kota Wisata
RIZKY TRI PRASETYO
TUKU Kelapa Gading
MUHAMAD IQBAL R
TUKU Pasar 8
YUDHI ADAM
TUKU Pasar Lama
RAFLY CHALID
TUKU Pulo Asem
MUHAMAD IQBAL TAWAKAL
TUKU Santa
DYAH SASI KIRANA
TUKU Santa
ARIA PERMANA
TUKU The Icon BSD
TEGUH JULIANTO
TUKU Santa
Terima kasih untuk Keluarga MAKA yang sudah ikut berandai-andai bareng di kuis edisi Juni lalu:
“Kalau Keluarga MAKA Bikin Podcast, bakal seperti apa ya?”
Jawaban? Kreatif dan beragam banget, sampai tim MAKBER bingung memilih pemenangnya! Tapi setelah diskusi panjang dan senyum-senyum sendiri baca jawabannya, akhirnya kami memilih dua pemenang yang idenya paling menarik dan menghibur. Siapa mereka?
Dan... inilah dua ide podcast paling seru versi kami
Podcast: CURANMOR (Curhatan Masyarakat Kantor)
Episode: Kukira Kita Sama
Podcast: Ngudud Pikiran, Ngaduk Emosi
Episode: Barista vs Kuntilanak: Siapa yang Ganggu Shift Malam Duluan?
Slogan: Ngopi boleh, tapi siap-siap ketemu hal mistis dan mantan toxic
Keduanya berhak mendapatkan hadiah GoPay masing-masing senilai Rp100.000! πΈ Sekali lagi, selamat untuk para pemenang!
Dan untuk yang belum terpilih, jangan berkecil hati, ya. Siapa tahu giliran kamu yang menang di #MAKAnyaQuiz edisi berikutnya! πβ¨
Kita semua pasti kenal sosok Pak Andanu, CEO yang
jadi ujung depan perjalanan MAKA. Tapi... kamu yakin bisa mengenali beliau hanya
dari siluet?
Kami sudah menyiapkan beberapa siluet misterius, dan hanya
satu yang benar-benar siluet asli Pak Andanu. Sisanya? Bisa jadi kembaran, bisa jadi
jebakan π
π Tugas kamu: Tebak yang mana siluet Pak Andanu, dan ceritakan kenapa kamu yakin itu beliau? Bisa karena postur, gaya berdiri, atau bahkan feeling aja.
π 2 jawaban tercepat dan tepat disertai alasan yang unik akan mendapatkan hadiah GoPay masing-masing senilai Rp100.000! Kalau kamu bisa nebak dengan tepat, berarti kamu memang Keluarga MAKA sejati!"
Kirim tebakanmu sekarang!
Di rubrik ini, kita mengumpulkan beberapa komentar manis, apresiasi, dan cerita dari konsumen tentang brand-brand di bawah MAKA Group. Komentar-komentar ini kami temukan di media sosial mereka. Tanpa diminta, mereka membagikan pengalaman positif yang bikin kita tersenyum π
Yuk, lihat sama-sama! Siapa tahu, apresiasi ini datang dari hasil kerja keras tim kamu juga.
Karena suara mereka bisa jadi semangat buat kita π
Halo, #KeluargaMAKA! Sapa Tanpa Nama kembali hadir di MAKBER Edisi Juli untuk menyapa seluruh #KeluargaMAKA!
Siapa di antara kalian yang sudah mengirim pesan bulan lalu? Apakah pesanmu muncul di MAKBER bulan ini? Atau justru kalian yang menerima pesan anonymous?
Bagi yang belum sempat berbagi salam, mengirim pesan, atau mengungkapkan kekaguman untuk rekan #KeluargaMAKA lainnya, kini waktunya! Kirim pesan kalian lewat Sapa Tanpa Nama di samping ini. Kalian bisa mengirim lebih dari satu pesan, lho! Pastikan pesan kalian tetap positif dan bebas dari unsur kebencian, pelecehan, dan SARA.
Sampai jumpa di Sapa Tanpa Nama edisi selanjutnya!
Cita-Cita yang Dulu Cuma Mainan Mulut
Ada satu cerita masa kecil yang sampai sekarang selalu bikin aku senyum-senyum sendiri setiap kali inget. Bukan karena lucunya—ya walau emang lucu sih kalau dipikir-pikir sekarang—tapi karena ternyata waktu itu, aku lagi melafalkan doa yang akhirnya dikabulin.
Waktu itu aku masih bocah, entah umur berapa, yang jelas masih
masa-masa main layangan, sepeda, dan petak umpet jadi agenda harian. Sore itu, aku lagi
nongkrong di depan rumah bareng temen-temen. Ngobrol ngalor-ngidul sambil makan es
mambo.
Tiba-tiba obrolan ngalor-ngidul itu berubah jadi serius. Salah satu dari
kami nyeletuk, “Kalau udah gede nanti, kalian mau jadi apa?” Wah, langsung
heboh. Ada yang pengen jadi polisi, dokter, pilot, bahkan ada juga yang pengen jadi
Power Ranger (jujur waktu itu yang ngomong ini paling keren menurutku).
Aku? Aku diem sejenak, mikir keras sambil ngunyah es mambo rasa
teh manis. Terus entah kenapa mulutku nyeletuk,“Aku pengen jadi manajer di
perusahaan.”
Temen-temen langsung pada bengong. Mungkin karena waktu itu kata
"manajer" tuh belum terlalu familiar di telinga anak kecil. Tapi aku ngomongnya dengan
penuh keyakinan. Padahal jujur aja, aku juga nggak ngerti-ngerti amat apa itu manajer.
Yang aku tahu, manajer itu keliatannya keren. Pake kemeja, duduk di kantor, bawa-bawa
laptop, dan banyak yang dengerin omongannya. Aku lihat di sinetron tv.
Waktu aku cerita itu ke Mama dan Bapak, mereka cuma senyum. Tapi senyumnya beda senyum yang hangat, yang kayak ngasih restu tanpa harus banyak kata. Sejak kecil, mereka selalu jadi tim sorak nomor satu di hidupku. Apapun yang aku lakuin, mereka dukung. Bahkan waktu nilai matematikaku jeblok, mereka tetap bilang, "Nggak apa-apa, asal jangan nyerah." Waktu terus jalan. Main petak umpet diganti Monthly Report. Es mambo diganti kopi pagi sebelum kerja. Dan sekarang, aku kerja di TUKU bukan cuma kerja biasa, tapi benar-benar jadi manajer, seperti yang pernah aku ucapin dengan polos waktu kecil dulu.
Kadang aku suka mikir: waktu kecil itu, ucapan kita emang masih asal ceplos. Tapi ternyata, semesta bisa aja serius nanggepin. Terutama kalau kita punya orang tua yang selalu percaya, bahkan waktu kita sendiri belum paham sama mimpi kita. Jadi ya... mimpi kecil itu bukan cuma mainan. Kadang, dia cuma butuh waktu, usaha, dan satu-dua orang yang yakin kita bisa.
Cerita Oleh: Muhammad Rifaldy (Head Office)
Aku cuma pengen ketiduran lagi di ruang tamu, dengan TV masih
menyala
Asal masih bisa ngerasain digendong ayah ke kamar.
Rasanya pelan,
hangat, dan aman banget.
Denger napasnya yang berat, dan langkahnya yang hati-hati
supaya aku ngga kebangun.
Andai bisa sehari saja kembali kecil,
aku cuma ingin
tidur lagi di ruang tamu.
Biar ayah datang,
dan untuk sekali lagi,
aku
bisa merasa sekecil itu
dan dicintai sebesar itu.
Itu momen yang ngga pernah
aku tahu bakal kurindukan sedalam ini.
Cerita Oleh: Rafida Fatmawati (Head Office)
Kalau aku jadi anak kecil lagi.
Kalau aku bisa jadi anak
kecil lagi, aku ingin kembali ke masa di mana sore itu artinya bermain bola tanpa lihat
jam, sampai langit mulai gelap, baru sadar dicariin mama sambil bawa sapu lidi, karena
lupa waktu dan belum mandi.
Aku juga kangeen main hujan-hujanan sepulang sekolah. Seragam
sampai basah, tapi hati senang. Walaupun ujung-ujungnya dimarahi papa karena takut aku
sakit, hehe.
Dan yang paling aku kangenin, sepedaan sore bareng teman-teman sekitar
rumah. Keliling gang perumahan, kadang balapan sampai capek, lalu duduk di pinggir jalan
sambil cerita hal-hal receh yang terasa besar waktu itu.
Kalau boleh sehari saja kembali jadi anak kecil, aku cuma pengen mengulang satu hal yaitu bermain tanpa beban. Tanpa perlu mikirin deadline, laporan mingguan, atau jadwal meeting. Cukup menikmati waktu, tanpa takut waktu itu akan habis.
Cerita Oleh: Ardhiansyah Rizki P (Head Office Surabaya)
Kalo bisa menjadi anak kecil lagi, hal pertama yang ku lakukan adalah memeluk mamah dan ayahku tanpa malu. Karena setelah beranjaknya usiaku menjadi dewasa, aku tidak bisa melakukan pelukan hangat seperti itu karena mulainya ada malu dan perasaan yang merasa tidak sedekat itu dengan mereka untuk melakukan pelukan hangat terutama ke ayahku. Love untuk kalian berdua mah/pah.
Rasanya jika kembali ke masa kanak-kanak aku sangat ingin sekali untuk selalu mengabadikan semua momen kekeluargaan kita agar aku dewasa dan terkadang sudah mulai lupa momen-momen seru dan asik kala itu bisa untuk tetap mengingat nya dan mungkin membagikan kisah tersebut ke orang lain…
Cerita Oleh: Yusuf Herianto Harianja (TUKU Kelapa Gading)
Semasa aku kecil , aku selalu digendong papa sebelum berangkat ke sekolah , dibuatkan nya sarapan favoritku roti dengan susu cokelat .. aku juga masih ingat ketika aku mau masuk ke sekolah favorit aku diantar kannya tes dari yg gampang dan yg tersulit , kata kata semangatnya yg selalu terngiang hingga detik ini .. namun ternyata Tuhan lebih sayang papa , skrg papa hanya ada di dalam mimpi , kalau waktu terulang kembali aku ingin digendong papa lagi , jalan2 naik bis dan mendengar suara papa lagi.
Cerita Oleh: Meilani Surya p (TUKU bp Gubeng)
Kalau Aku Jadi Anak Kecil Lagi
Kalau aku jadi anak kecil lagi, aku cuma ingin main sampai lupa
waktu, tertawa tanpa mikir esok harus jadi siapa.
Nggak ada deadline, nggak ada
overthinking, yang ada cuma langit sore, sepeda, dan bekal kue pukis.
Kalau aku
jadi anak kecil lagi, aku akan peluk semua hal yang dulu terasa biasa: pelukan ibu,
panggilan ayah dari depan rumah, dan rasa aman yang datang… tanpa perlu
dijelaskan.
Dulu aku percaya semua akan baik-baik saja, dan ternyata jadi dewasa
nggak sesederhana itu.
Sekarang aku ngerti, kenapa orang dewasa kadang ingin jadi
kecil lagi, karena waktu kecil, jatuh cuma berarti luka di lutut, bukan di hati. :)
Cerita Oleh: Meilani Surya p (TUKU bp Gubeng)
Anak dari Al Farras Prayogo
(Rumah MAKA)
Anak dari Bagus Adi Sukmodewo
(Kantor Gaharu)
Anak dari Ari Chandra
(Kantor Gaharu)
Bagi sebagian besar barista, kopi adalah tentang menyajikan rasa terbaik dalam setiap cangkir. Tapi di balik aroma harum yang menyapa pelanggan setiap hari, ada perjalanan panjang yang jarang terlihat. Barista Bertani 2025 membuka pintu menuju cerita itu, cerita yang tumbuh di tanah, dijemur di bawah matahari, dan dibawa dengan penuh harapan oleh para petani.
Program ini mengajak para barista dari TUKU dan seorang assistant roaster dari Beragam untuk melangkah ke hulu, ke tempat di mana kopi dimulai. Selama beberapa hari, mereka tinggal bersama petani, mendengar langsung kisah perjuangan dan keseharian para petani kopi di Garut.
Salah satunya adalah Abah Ashlew (Petani). Dengan ramah, ia menyambut para peserta seolah bagian dari keluarga.
βSeneng banget ngeliat adek - adek dari Jakarta dateng kesini. Berasa punya cucu 3 jadinya Pak Kevin hehe. Abah merasa terbantu banget ada adek - adek disini. Biasanya abah ngapa - ngapain disini berdua doang sama anak abah. Tapi sekarang banyak orang dan banyak yang bantuin. Terima kasih ya,β katanya hangat.
Bagi sebagian besar barista, kopi adalah tentang menyajikan rasa terbaik dalam setiap cangkir. Tapi di balik aroma harum yang menyapa pelanggan setiap hari, ada perjalanan panjang yang jarang terlihat. Barista Bertani 2025 membuka pintu menuju cerita itu, cerita yang tumbuh di tanah, dijemur di bawah matahari, dan dibawa dengan penuh harapan oleh para petani.
βSeneng banget ngeliat adek - adek dari Jakarta dateng kesini. Berasa punya cucu 3 jadinya Pak Kevin hehe. Abah merasa terbantu banget ada adek - adek disini. Biasanya abah ngapa - ngapain disini berdua doang sama anak abah. Tapi sekarang banyak orang dan banyak yang bantuin. Terima kasih ya,β katanya hangat.
Bagi sebagian besar barista, kopi adalah tentang menyajikan rasa terbaik dalam setiap cangkir. Tapi di balik aroma harum yang menyapa pelanggan setiap hari, ada perjalanan panjang yang jarang terlihat. Barista Bertani 2025 membuka pintu menuju cerita itu, cerita yang tumbuh di tanah, dijemur di bawah matahari, dan dibawa dengan penuh harapan oleh para petani.
Scroll ke kanan untuk lihat konten keseluruhan!
Hai #KeluargaMAKA! Terima kasih sudah ikut memeriahkan MAKBER edisi bulan ini. Kami ingin MAKBER selalu relevan dan semakin seru untuk dibaca setiap bulannya. Nah, siapa tahu ide atau topik favoritmu bisa tampil di MAKBER berikutnya!
Ada ide seru atau topik menarik yang ingin kamu lihat di MAKBER edisi berikutnya? Tulis saran dan masukanmu di bawah ini, yuk!